Produk Terbaru Pilihan Anda

10 Makanan Sumber Protein Selain Daging



Hestianingsih - wolipop

sumber : walipop.com
img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Umumnya, orang lebih suka memilih daging merah, ayam atau ikan sebagai sumber protein. Nyatanya, banyak pula sumber protein yang bisa didapatkan dari makanan nabati. Selain bergizi, protein nabati lebih aman dan sehat dibandingkan protein hewani. Cocok juga bagi para vegetarian atau Anda yang sedang menjalani diet.

Dikutip dari Livestrong, berikut ini 10 alternatif makanan nabati kaya protein.

1. Kacang Kedelai
Selain kaya protein, kacang kedelai juga rendah lemak dan mengandung phytochemical seperti isoflavon, asam phytc dan saponin. Kandungan ini baik untuk mengurangi potensi terkena penyakit jantung, osteoporosis dan kanker. Kedelai mengandung 29 gram protein per cangkirnya.

2. Tahu
Tahu yang kaya nutrisi, terutama protein bisa diolah menjadi berbagai kreasi masakan. Bisa dikonsumsi bersama salad, dikukus, digoreng ataupun panggang. Selain bergizi, tahu juga mudah menyatu dengan bumbu dan makanan lain sehingga Anda tidak akan bosan memakannya.

3. Yoghurt
Yoghurt mengandung kalsium tinggi dan protein. Biasakan untuk mengonsumsi yoghurt setiap hari. Bisa dikonsumsi langsung, dicampur buah, smoothies, atau bisa jadi tambahan untuk sup dan kari.

4. Almond
Kacang gurih ini rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan protein. Selain itu, almond juga mengandung serat alami, dapat dikonsumsi mentah atau bahan penambah rasa pada makanan lain.

5. Kacang-kacangan
Jenis kacang-kacangan seperti kacang polong, buncis atau kacang panjang mengandung serat dan protein tinggi. Satu cangkir kacang-kacangan mengandung 12-15 gram protein.

6. Brokoli
Brokoli mengandung 5 gram protein dalam satu cangkir, juga serat, karbohidrat, vitamin dan mineral sehingga digolongkan sebagai sayur dengan nutrisi lengkap. Anda bisa menjadikannya salah satu pilihan bahan masakan sehari-hari.

7. Tempe
Bahan makanan dari fermentasi kedelai ini cukup enak dan lezat. Kaya akan protein nabati, dan bisa diolah menjadi makanan apa saja.

8. Keju
Semua jenis keju adalah sumber protein yang baik. Cobalah keju cheddar atau mozzarella yang dicampur ke dalam salad, pasta, sandwich atau sup. Satu hal yang harus diperhatikan, terutama bagi Anda yang sedang diet, keju mengandung lemak. Sehingga batasi konsumsi Anda tak lebih dari 1 ons per hari.

9. Bayam
Dalam satu cangkir bayam terkandung 3 gram protein. Anda bisa mengonsumsinya dengan cara dikukus, rebus atau cah. Pastikan Anda tidak terlalu lama memasaknya, agar rasa tidak berubah dan nutrisinya tetap terjamin. Sedikit ide untuk mengolah bayam; kukus sebentar lalu bumbui dengan merica hitam dan sedikit minyak zaitun.

10. Susu
Susu mengandung 8 gram protein di tiap satu cangkirnya. Susu juga dikenal sebagai bahan makanan serba guna. Anda bisa mengonsumsinya dengan diminum langsung, dicampurkan pada teh atau kopi, atau sebagai campuran makanan penutup. 


(hst/hst)

Kuning Telur Bantu Turunkan Berat Badan



Hestianingsih - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Kuning telur sering dituding sebagai penyebab naiknya kadar kolesterol, kelebihan berat badan dan penyakit jantung. Banyak para pediet yang hanya mengonsumsi putih telur karena takut menjadi gemuk atau kelebihan kolesterol.

Namun, benarkah kuning telur berbahaya bagi kesehatan dan apakah sebaiknya kita memakan telur secara utuh, atau putih telurnya saja? Dikutip dari Livestrong, anggapan bahwa kuning telur mengandung kolesterol dan lemak itu memang benar. Namun, kuning telur juga punya banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menemukan hubungan antara makan telur dengan naiknya risiko terkena penyakit jantung. Sebuah studi di University of Connecticut mengungkapkan, telur --terutama kuningnya-- sebenarnya sangat bermanfaat bagi tubuh, meskipun memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Para peneliti telah melakukan percobaan pada sejumlah pediet. Dalam menu dietnya, mereka menambahkan 640 mg kolesterol yang berasal dari kuning telur. Setelah penelitian, ditemukan bahwa kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah para responden meningkat, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kuning telur.

Hasil uji coba ini menunjukkan, makanan berkolesterol tidak berdampak terlalu besar terhadap kenaikan kadar kolesterol dalam darah juga kesehatan jantung. Pernyataan ini pun diperkuat dengan penelitian lain, yang meminta respondennya untuk mengonsumsi satu butir telur setiap hari dalam seminggu.

Apa hasilnya? Ternyata, memakan telur utuh secara teratur tidak meningkatkan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular. Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa faktanya bisa bertolak belakang dari anggapan selama ini?

Sebagai penjelasan singkat, tubuh kita memproduksi kolesterol. Saat Anda mengonsumsi makanan berkolesterol, tubuh akan 'diringankan' pekerjaannya untuk memproduksi kolesterol yang diperlukan. Tapi bila Anda tak cukup makan kolesterol, tubuh pun bekerja lebih keras untuk membuatnya.

Dalam jumlah cukup, kolesterol sebenarnya penting untuk proses kelancaran organ-organ tubuh bekerja. Unsur yang satu ini merupakan elemen penting sebagai bahan dasar untuk menyusun empedu darah, jaringan otak, hati, ginjal serta kelenjar adrenalin.

Kolesterol juga berperan dalam pembentukan hormon progesteron, estrogen dan testosteron. Jika kekurangan hormon ini, bisa menyebabkan proses menstruasi tidak lancar, mengganggu kesuburan bahkan menyebabkan kemandulan.

Selain itu, kolesterol juga bertugas membawa serotonin ke otak. Jika kadar kolesterol rendah, penghantaran serotonin ke otak juga sedikit sehingga memicu depresi, membuat orang mudah marah dan berperilaku kasar.

Yang perlu Anda ketahui, kuning telur tidak hanya mengandung kolesterol tapi juga nutrisi penting lainnya --yang mungkin sulit didapat dari diet makanan lain. Misalnya cholin (penting untuk kesehatan otak), karotenoid (bermanfaat bagi kesehatan mata) dan zeaxanthin (sebagai anti oksidan).

Jika Anda takut gemuk karena mengonsumsi kuning telur, sebaiknya singkirkan anggapan itu. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity menyebutkan bahwa sarapan dua telur sehari, bisa menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang. Hasil ini 65% lebih besar dibandingkan dengan konsumsi sarapan berkarbohidrat berat (seperti nasi goreng, roti atau mie). Tapi meskipun diklaim sehat, konsumsinya juga harus diperhatikan. Makanlah kuning telur maksimal dua butir per hari.

sumber : walipop.com
su

Ternyata Kuning Telur Dapat Membantu Turunkan Berat Badan



Hestianingsih - wolipop





img
Dok. Thinkstock

Jakarta - Kuning telur sering dituding sebagai penyebab naiknya kadar kolesterol, kelebihan berat badan dan penyakit jantung. Banyak para pediet yang hanya mengonsumsi putih telur karena takut menjadi gemuk atau kelebihan kolesterol.


Namun, benarkah kuning telur berbahaya bagi kesehatan dan apakah sebaiknya kita memakan telur secara utuh, atau putih telurnya saja? Dikutip dari Livestrong, anggapan bahwa kuning telur mengandung kolesterol dan lemak itu memang benar. Namun, kuning telur juga punya banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menemukan hubungan antara makan telur dengan naiknya risiko terkena penyakit jantung. Sebuah studi di University of Connecticut mengungkapkan, telur --terutama kuningnya-- sebenarnya sangat bermanfaat bagi tubuh, meskipun memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Para peneliti telah melakukan percobaan pada sejumlah pediet. Dalam menu dietnya, mereka menambahkan 640 mg kolesterol yang berasal dari kuning telur. Setelah penelitian, ditemukan bahwa kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah para responden meningkat, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kuning telur.

Hasil uji coba ini menunjukkan, makanan berkolesterol tidak berdampak terlalu besar terhadap kenaikan kadar kolesterol dalam darah juga kesehatan jantung. Pernyataan ini pun diperkuat dengan penelitian lain, yang meminta respondennya untuk mengonsumsi satu butir telur setiap hari dalam seminggu.

Apa hasilnya? Ternyata, memakan telur utuh secara teratur tidak meningkatkan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular. Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa faktanya bisa bertolak belakang dari anggapan selama ini?

Sebagai penjelasan singkat, tubuh kita memproduksi kolesterol. Saat Anda mengonsumsi makanan berkolesterol, tubuh akan 'diringankan' pekerjaannya untuk memproduksi kolesterol yang diperlukan. Tapi bila Anda tak cukup makan kolesterol, tubuh pun bekerja lebih keras untuk membuatnya.

Dalam jumlah cukup, kolesterol sebenarnya penting untuk proses kelancaran organ-organ tubuh bekerja. Unsur yang satu ini merupakan elemen penting sebagai bahan dasar untuk menyusun empedu darah, jaringan otak, hati, ginjal serta kelenjar adrenalin.

Kolesterol juga berperan dalam pembentukan hormon progesteron, estrogen dan testosteron. Jika kekurangan hormon ini, bisa menyebabkan proses menstruasi tidak lancar, mengganggu kesuburan bahkan menyebabkan kemandulan.

Selain itu, kolesterol juga bertugas membawa serotonin ke otak. Jika kadar kolesterol rendah, penghantaran serotonin ke otak juga sedikit sehingga memicu depresi, membuat orang mudah marah dan berperilaku kasar.

Yang perlu Anda ketahui, kuning telur tidak hanya mengandung kolesterol tapi juga nutrisi penting lainnya --yang mungkin sulit didapat dari diet makanan lain. Misalnya cholin (penting untuk kesehatan otak), karotenoid (bermanfaat bagi kesehatan mata) dan zeaxanthin (sebagai anti oksidan).

Jika Anda takut gemuk karena mengonsumsi kuning telur, sebaiknya singkirkan anggapan itu. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity menyebutkan bahwa sarapan dua telur sehari, bisa menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang. Hasil ini 65% lebih besar dibandingkan dengan konsumsi sarapan berkarbohidrat berat (seperti nasi goreng, roti atau mie). Tapi meskipun diklaim sehat, konsumsinya juga harus diperhatikan. Makanlah kuning telur maksimal dua butir per hari.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © Nopember 2010. DUNIA HERBAL ALAMI - All Rights Reserved
Template Created by M Imron Pribadi Published by Makrifat Business Online - Offline
Proudly powered by imronpribadi