Home » » Khasiat Sirih Merah

Khasiat Sirih Merah


Rabu, 11/02/2009 16:57 WIB
Assalamualaikum Wr .Wb
Saya ingin bertanya ;
1. Apakah benar Sirih Merah bisa mengobati kanker dan penyakit kronis lainnya?
2. Apakah benar semua jenis sirih termasuk sirih merah mempunyai efek negatif terhadap organ reproduksi wanita?
Mohon penjelasannya.
Terima Kasih
Wassalam. 
Saiful Rohim
Jawaban
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid . Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, kanker, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Meskipun begitu untuk mendapatkan hasil optimal, maka sebaiknya sirih merah dikombinasikan dengan herba lainnya.

Secara umum jika kita menggunakan sirih merah dengan benar, sesuai dengan aturanya maka tidak menyebabkan efek negatif ke organ reproduksi wanita. Bahkan sebaliknya, sirih merah ini digunakan untuk mengurangi keputihan dan menjaga organ kewanitaan karena salah satu khasiat dari sirih merah adalah sebagai antiseptik, yaitu dengan merebus 7-10 lembar daun sirih merah, lalu menggunakan air rebusan tersebut untuk membilas organ kewanitaan.
Wassalam.

 

Sirih Merah Menurunkan Glukosa Darah

Oleh Admin pada March 01, 2007 topik Herbal & Jamu
Tags: sirih merah, tanaman obat
Sirih merah atau bahasa Latinnya Piper crocatum, kini hadir tidak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga tanaman obat tradisional penderita kencing manis (diabetes mellitus – DM).
Masyarakat Sleman, Yogyakarta khususnya, telah memanfaatkan khasiat daun sirih merah ini turun temurun. Secara empiris, selain kencing manis, daun sirih merah sering dimanfaatkan sebagai obat alternatif ambeien, peradangan, kanker, asam urat, hipertensi (darah tingi), hepatitis, kelelahan dan maag.

Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah yakni alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Menurut Ivorra, M.D dalam buku “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic,” senyawa
aktif alkoloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan senyawa tanin dan saponin dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan virus).
Ciri khas tanaman tropis ini,berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Seperti sirih hijau, tanaman sirih merah juga tumbuh merambat di pagar atau pohon. Daunnya berasa pahit getar, namun beraroma lebih wangi dibanding sirih hijau. Bila disobek, daun sirih merah akan berlendir.
Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa sejuk dan sinar matahari 60-75 persen. Tanaman sirih merah tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu, warna merah daunnya akan pudar. Padahal kemungkinan khasiatnya terletak pada senyawa kimia yang terkandung dalam warna merah daunnya.
Aman dikonsumsi
Peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mega Safithri dan Farah Fahma telah meneliti toksisitas ekstrak air daun merah dan kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus.
Pembuatan ekstrak daun sirih merah sangatlah mudah.
Sebanyak 200 gram daun sirih merah direbus bersama 1 liter air sampai volumenya tinggal 100 mililiter. Perbandingan berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum adalah 200 gram : 100 mililiter atau 2 : 1.
Untuk mengetahui tingkat keamanan dan efek samping daun yang bersifat antiseptik ini, Mega melakukan uji toksisitas. Ekstrak dengan konsentrasi 0, 5, 10, 20 gram per kilogram bobot badan diberikan secara oral pada masing-masing enam ekor tikus Sparague dawley. Setelah tujuh hari pencekokan, bobot tubuh ke-24 tikus tersebut bertambah dan sehat wal-alfiat. Berarti, pemberian ekstrak hingga dosis 20 gram per kilogram berat badan aman dan tidak bersifat toksik (beracun).
Dosis tepat sebagai obat diabetes militus, bisa ditentukan melalui uji antihiperglikemik pada enam kelompok tikus. Masing-masing kelompok terdiri dari empat ekor tikus. Kelompok A terdiri tikus yang mendapat induksi NaCl 0,9 persen berat per volume dan cekok akuades. Kelompok B berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan cekok akuades.
Dalam percobaan, tikus disengaja agar menderita penyakit diabetes millitus, dengan pemberian aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan.
Kelompok C berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan cekok obat antidiabetes komersial Daonil 3,22 miligram per kilogram. Kelompok D, E, F berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan berturut-turut cekok ekstrak daun sirih merah 100 x dosis Daonil, 1.000 x dosis Daonil, dan 20 gram per kilogram berat badan.
Perlakuan tersebut berlangsung selama 10 hari. Hasilnya, kadar glukosa darah kelompok tikus E dan F menunjukkan tidak berbeda nyata atau sama dengan kelompok tikus normal. Ekstrak daun sirih merah dosis 20 gram per kilogram berat badan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34, 3 persen. Lebih tinggi penurunnya dibanding pemberian obat anti diabetes militus komesial Daonil 3,22 miligram per kilogram yang hanya menurunkan 27 persen glukosa darah tikus.
Hasil penelitian ini bisa diaplikasikan pada manusia penderita diabetes. Dosisnya ialah berat badan penderita dikalikan dengan 20 gram per kilogram berat badan. Jika berat badan penderita dikalikan degan 20 miligram per kilogram berat badan. Jika berat badan penderita 50 kilogram, ia membutuhkan 1 kilogram daun sirih merah segar atau 500 ml ekstrak air rebusan. Ektrak ini bisa diminum dua kali sehari setiap pagi dan sore sebanyak 250 ml. Namun demikina uji klinis pada penderita kencing manis belum pernah dilakukan.

 Foto Saya
nur
seorang ibu rumah tangga yang ingin belajar banyak hal mengenai lingkungan, sosial dan budaya untuk membimbing anak-anak
Piper Crocatum
Sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, ta-nin dan flavonoid. Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat.
Buku Tamu

Diposkan oleh nur Label: lingkungan, potensi, sumber daya
Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk meyembuhkan berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat. Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Sirih merah banyak digunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia. Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multifungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan obat moderen.

Tanaman sirih mempunyai banyak spesies dan memiliki jenis yang beragam, seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis tanaman sirih memiliki ciri yang hampir sama yaitu tanamannya merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh berselang seling dari batangnya.

Sirih merah (Piper crocatum) adalah salah satu tanaman obat potensial yang sejak lama telah di-ketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, disamping itu juga memiliki nilai-nilai spritual yang tinggi. Sirih merah termasuk dalam satu elemen penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat khususnya di Jogyakarta. Tanaman ini termasuk di dalam famili Pipe-raceae dengan penampakan daun yang berwarna merah keperakkan dan mengkilap saat kena cahaya.


Sirih merah tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman ini adalah berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Yang membedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi.

Ramuan sirih merah telah lama dimanfaatkan oleh lingkungan kraton Jogyakarta sebagai tanaman obat yang beguna untuk ngadi saliro. Pada tahun 1990-an sirih merah difungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobis, karena penampilannya yang menarik. Permukaan daunnya merah keperakan dan mengkilap. Pada tahun-tahun terakhir ini ramai dibicarakan dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Dari beberapa pengalaman, diketahui sirih merah memiliki khasiat obat untuk berbagai penyakit. Dengan ramuan sirih merah telah banyak masyarakat yang tersembuhkan dari berbagai penyakit. Oleh karena itu banyak orang yang ingin membudidayakannya.

Aspek budidaya
Sirih merah dapat diperbanyak secara vegetatif dengan penyetekan atau pencangkokan karena tanaman ini tidak berbunga. Penyetekan dapat dilakukan dengan menggunakan sulur dengan panjang 20 - 30 cm. Sulur sebaiknya dipilih yang telah mengeluarkan akar dan mempunyai 2 - 3 daun atau 2 - 3 buku. Untuk mengurangi penguapan, daun di kurangi sebagian atau buang seluruhnya. Sulur diambil dari tanaman yang sehat dan telah berumur lebih dari setahun. Cara perbanyakan dengan dengan setek dapat dilakukan dengan menyediakan media tanam berupa pasir, tanah dan kompos dengan perban-dingan 1 : 1 : 1. media tersebut dimasukkan ke dalam polibeg berdi ameter 10 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangin. Setek yang telah dipotong-potong direndam dalam air bersih selama lebih kurang 15 menit. Setek ditanam pada polibeg yang telah berisi media tanam. Letakkan setek di tempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60%.

Perbanyakan dengan cara pencangkokan dilakukan dengan memilih cabang yang cukup tua kira-kira 15 cm dari batang pokoknya, kemudian cabang tersebut diikat atau dibalut ijuk atau sabut kelapa yang dapat menghisap air. Pencangkokan tidak perlu mengupas kulit batang. Cangkok diusahakan selalu basah agar akarnya cepat tumbuh dan berkembang. Cangkok dapat dipotong dan ditanaman di polibeg apabila akar yang muncul sudah banyak. Untuk tempat menjalar dibuat ajir dari batang kayu atau bambu. Penyiraman dilakukan satu sampai dua kali dalam sehari tergantung cuaca.

Penanaman di lapangan dilaku-kan pada awal musim hujan dan sebagai tiang panjat dapat digunakan tanaman dadap dan kelor. Jarak tanam dapat digunakan 1 x 1 m, 1 x 1,5 m tergantung kondisi lahan.

Sirih merah dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah dan tidak terlalu sulit dalam pemeliharaannya. Selama ini umumnya sirih merah tumbuh tanpa pemupukan. Yang penting selama pertumbuhannya di lapangan adalah pengairan yang baik dan cahaya matahari yang diterima sebesar 60 - 75%.

Penangan pasca panen
Tanaman sirih merah siap untuk dipanen minimal berumur 4 bulan, pada saat ini tanaman telah mempunyai daun 16 - 20 lembar. Ukuran daunnya sudah optimal dan panjang-nya mencapai 15 - 20 cm. Daun yang akan dipanen harus cukup tua, bersih dan warnanya mengkilap karena pada saat itu kadar bahan aktifnya sudah tinggi. Cara pemetikan dimulai dari daun tanaman bagian bawah menuju atas.

Setelah dipetik, daun disortir dan direndam dalam air untuk membersikan kotoran dan debu yang menempel, kemudian dibilas hingga bersih dan ditiriskan. Selanjutnya daun dirajang dengan pisau yang tajam, bersih dan steril, dengan lebar irisan 1 cm. Hasil rajangan dikering-anginkan di atas tampah yang telah dialas kertas sampai kadar airnnya di bawah 12%, selama lebih kurang 3 - 4 hari. Rajangan daun yang telah kering dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan yang kedap air, bersama-sama dimasukan silika gel untuk penyerap air, kemudian ditutup rapat. Kemasan diberi label tanggal pengemasan selanjutnya disimpan di tempat kering dan bersih. Dengan penyimpanan yang baik simplisia sirih merah dapat bertahan sampai 1 tahun.

Cara penggunaan simplisia sirih merah yaitu dengan merebus sebanyak 3 - 4 potongan rajangan dengan satu gelas air sampai mendidih. Setelah mendidih, rebusan tersebut disaring dan didinginkan. Penggunaan sirih merah dapat dilakukan selain dalam bentuk simplisia juga dalam bentuk teh, serbuk, dan ekstrak kapsul.

Pembuatan serbuk sirih merah yaitu diambil dari simplisia yang telah kering kemudian digiling dengan menggunakan grinder mencapai ukuran 40 mesh. Pengemasan dilakukan pada kantong plastik transparan dan diberi label. Sedangkan ekstrak kapsul dibuat dari hasil serbuk yang di ekstrak dengan menggunakan etanol 70%. Ekstrak kental yang didapat ditambahkan bahan pengisi tepung beras 50% dan dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 400C, setelah kering dimasukkan ke dalam kapsul.

Kandungan kimia
Tanaman memproduksi berbagai macam bahan kimia untuk tujuan tertentu, yang disebut dengan metabolit sekunder. Metabolit sekunder tanaman merupakan bahan yang tidak esensial untuk kepentingan hidup tanaman tersebut, tetapi mempunyai fungsi untuk berkompetisi dengan makhluk hidup lainnya. Metabolit sekunder yang diproduksi tanaman bermacam-macam seperti alkaloid, terpenoid, isoprenoid, flavonoid, cyanogenic, glucoside, glucosinolate dan nonprotein amino acid. Alkaloid merupakan metabolit sekunder yang paling banyak diproduksi tanaman. Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistim heterosiklik. Nenek moyang kita telah memanfaatkan alkaloid dari tanaman sebagai obat. Sampai saat ini semakin banyak alkaloid yang ditemukan dan diisolasi untuk obat moderen.

Para ahli pengobatan tradisional telah banyak menggunakan tanaman sirih merah oleh karena mempunyai kandungan kimia yang penting untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Dari buku ”A review of natural product and plants as potensial antidiabetic” dilaporkan bahwa senyawa alkokoloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah.

Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, pcymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada. Karena banyaknya kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan tanin dapat digunakan untuk mengobati sakit perut.

Sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi
Sejak jaman nenek moyang kita dahulu tanaman sirih merah telah diketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di samping itu sirih merah memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi. Sirih merah dipergunakan sebagai salah satu bagian penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat ”ngadi saliro”. Air rebusannya yang mengandung antiseptik digunakan untuk menjaga kesehatan rongga mulut dan menyembuhkan penyakit keputihan serta bau tak sedap.

Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini masih sangat kurang terutama dalam pengembangan sebagai bahan baku untuk bio-farmaka. Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya berdasarkan pengalaman yang dilakukan secara turun-temurun dari orang tua kepada anak atau saudara terdekat secara lisan. Di Jawa, terutama di Kraton Jogyakarta, tanaman sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat menyembukan penyakit ambeien, keputihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih merah inilah yang berfungsi sebagai anti mikroba.

Selain bersifat antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuhkan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyembuhkan penyakit hepatitis.

Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana pasiennya yang berobat sembuh dari diabetes karena mengkonsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit.

Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi.

Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik, pada dosis tersebut mampu me-nurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34,3%. Lebih tinggi penu-runannya dibandingkan dengan pem-berian obat anti diabetes militus komersial Daonil 3,22 mml/kg yang hanya menurunkan 27% glukosa darah tikus. Hasil uji praklinis pada tikus, dapat di pakai sebagai acuan penggunaan pada orang yang menderita kencing manis. Saat ini sudah cukup banyak klinik herbal center yang menggunakan sirih merah sebagai ramuan atau terapi yang berkhasiat dan manjur untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit

Tanaman sirih merah dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah sehingga mudah dikembangkan dalam skala besar (Sumber: Feri Manoi, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007). Terakhir Diperbaharui (Sunday, 17 February 2008).

Dicopas dari http://balittro.litbang.deptan.go.id

bisa eceran/partai 
bisa kirim ke daerah lain.....
Harga boleh di adu denga tempat lain
kondisi fress jaminan sehat sampai tujuan, bila layu/mati kami ganti

cara pemesanan:
silahkan di pilih jenis apa saja yang di minati dan berapa jumlahnya, lalu hubungi kami email : dsuhad@yahoo.co.id atau Hp.08812773391 atau klik disini
kami akan segera merespon pesanan anda dan memberi tahukan jumlah dana yang haruh di bayar.

Pengiriman barang
pengiriman dengan menggnakan jasa ekspedisi TIKI, ESL, Pandusiwi atau yang lainnya

Cara pembayaran:
pembayaran dengan transfer Bank, jika dana sudah masuk pesanan segera dikirim.

rekening:
BCA
KCP katamso
a/n: SUHAD
no.rek.: 4450969236
Diposkan oleh suhad Link ke posting ini
Memuat...
JENIS SIRIH

Sirih Bulu


Sirih Bulu
Harga:
Rp. 50.000,-/pot
Minat...??? silahkan klik disiniDiposkan oleh suhad


  • Harga
    Rp. 25.000,-/pot
    anda minat...?? silahkan klik di sini
  • Diposkan oleh suhad
  •  

  • Harga eceran:
    Rp. 30.000,-/pot 
    anda berminat...?? silahkan klik disini
  • Diposkan oleh suhad
  •  
  • Sirih Irian

  • Sirih Irian
    Harga:
    Rp. 50.000,-/pot



Harga:
Rp. 60.000,-/pot
Minat silahkan klik di sini

Sirih Kuning/Gading
Harga:
Rp. 35.000,/pot





Sirih Lumut
Harga:
Rp. 45.000,-/pot

sirih merah
Harga:

eceran = Rp. 12.ooo,-/pot





Sirih Philipin
Harga;
Rp. 80.000,-/pot

Sirih Silver/perak
Harga;
Rp. 50.000,-/pot



Sirih Varigata
Harga:
Rp. 35.000,-/pot

Sirih Wulung versi-1
Harga:
Rp. 300.000,-/lembar daun




Sirih Wulung versi-2
Harga:
Rp. 250.000,-/pot


Hubungi kami
mau beli atau tanya tentang sirih silahkan hubungi kami:
SUHAD
Hp.08812773391
email: dsuhad@yahoo.co.id
kirim pesan via YM:

Ditulis oleh embundaun di/pada September 8, 2008
Daun Sirih Merah yang merupakan perpaduan warna hijau dan merah, serta dihiasi garis-garis urat daun semu kelabu memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanaman hias. Tanaman ini umumnya dikenal sebagai tanaman obat. Meski dapat diperbanyak dengan cara stek batang, ternyata terjadinya kegagalan dalam perbanyakan banyak dikeluhkan orang.  ”tingkat keberhasilan dibanding kegagalannya dapat mencapai 1 : 5″. Kata Supardi warga Mlati Sleman pada saat berkunjung ke Stan BPTP Yogyakarta di Pameran Potensi Daerah Sleman 2007. 
Kegagalan pada umumnya terjadi karena setelah dipotong stek langsung ditanam sehingga beberapa hari kemudian terjadi pembusukan batang dan lama kelamaan tanamanpun mati. Proses pembusukan akan berlangsung lebih cepat jika kondisi tanah terlalu banyak mengandung air. Untuk menghindari kebusukan, stek yang telah dipotong perlu dibiarkan selama 2-3 hari agar getah yang terdapat dibekas luka potongan mengering, kemudian barulah ditanam. Cara lainnya adalah dengan merundukkan batang yang ada akarnya ke tanah kemudian ditimbun dengan tanah.  Setelah akar tumbuh banyak, stek dapat dipotong dan bekas luka ditetesi dengan lilin, sebaiknya tanaman dibiarkan dulu hingga 7-10 hari selanjutnya bisa dipindah ke pot lain.
Cara lain yang lebih mudah adalah menggunakan gelas plastik bekas air minum / aqua. Bagian dasar plastik dilubangi sebesar batang sirih merah, kemudian guntinglah bagian sisi gelas dari atas hingga ke dasar yang berlubang. Pilih bagian batang yang berakar dan masukkan ke dalam gelas plastik lewat belahan yang tergunting, selanjutnya belahan pada sisi gelas plastik direkat kembali menggunakan isolatif plastik bening. Nah, kini tinggal memasukkan tanah kedalam gelas plastik hingga akar tertutup dengan baik. Penyiraman dilakukan jangan terlalu basah, sekedar lembab saja sudah cukup, sehingga dapat dilakukan 2 – 3 hari sekali.  jika akar telah tumbuh banyak, akan tampak memutih dan bisa dilihat dari tepi dinding gelas plastik (biasanya sekitar 3 bulan), stek dapat dipotong . Dengan cara ini begitu stek dipotong dapat langsung dipindah ke pot lain, tetapi jangan lupa mengolesi bekas luka potongan dengan tetesan lilin untuk mencegah pembusukan (RH).












Ditulis oleh embundaun di/pada Agustus 6, 2008
Sirih merah kini sedang jadi primadona. Daunnya terlihat eksotis dengan warna merah yang mencuri perhatian. Selain indah untuk hiasan, tanaman ini diyakini membawa kebahagiaan, dan bisa menyembuhkan aneka penyakit.
Ternyata, tanaman sirih sangat banyak macamnya. Tak hanya yang berdaun hijau, tetapi juga yang hitam, merah, kuning, bahkan perak. Sekarang, sirih merah (Piper crocatum)-lah yang sedang diburu orang.
Seperti halnya sirih hijau, tanaman sirih merah tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman sirih merah, batangnya bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukan daun mengilap dan tidak merata.
Yang membedakan dengan sirih hijau adalah bila daunnya disobek maka akan berlendir. Seperti sirih hijau, rasa sirih merah pun rasanya pahit getir. Namun aromanya lebih wangi dibandingkan sirih hijau.
Selain bersifat antiseptik seperti sirih hijau, sirih merah juga bisa dipakai mengobati diabetes, kanker, peradangan, hipertensi, hepatitis, dan ambeien. Jika dibuat teh herbal bisa mengobati asam urat, darah tinggi, kencing manis, maag, atau kelelahan.
”Saya sudah membuktikan sendiri,” tutur Bambang Sudewa dari Klinik Herbal Center (KHC), Yogyakarta, yang sembuh dari diabetes karena rajin mengunyah sirih merah dan kini memproduksinya menjadi teh herbal.
TEMPAT TEDUH
Tanaman sirih merah lebih suka tumbuh di tempat teduh. Misalnya di bawah pohon besar yang rindang. Bisa juga tumbuh subur di tempat yang berhawa sejuk. Hanya butuh 60 – 75 persen cahaya matahari, tegas pria yang biasa dipanggil Dewo.
Dengan tumbuh di tempat teduh, daunnya akan melebar. Warna merah marunnya yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun tumbuh gemuk. Bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat mengering. Sebaliknya bila terlalu banyak kena air akar dan batangnya akan membusuk.
Hal ini diamini oleh Akhief Nastain dari PJ Sekar Kedathon perwakilan Bekasi. Jika kebanyakan air, tanaman akan mati. Kena panas terus pun akan mati juga. Artinya, jika di pot tidak boleh langsung kena matahari. Sangat baik jika menggunakan penutup (net) sehingga tak langsung kena hujan.
Budidaya sirih merah bisa lewat pembibitan atau perbanyakan. Bisa melalui stek, cangkok, dan memanfaatkan setiap runduk batang. Bagi para pemula, sebaiknya memilih cara pertama dan kedua. Sedangkan runduk batang bisa dilakukan bila tanaman sirih merah sudah mulai menjalar atau berkembang pesat.
Musuh utama sirih merah adalah keong, bekicot kecil, dan semut. Kalau daunnya akan dipakai obat, hendaknya jangan menggunakan pestisida untuk menghalau hama. Yang jelas, hama tersebut harus segera dibuang. Saat menyiram pun tidak boleh sembarang memakai air, misalnya air kali. Karena banyak mengandung binatang kecil yang bisa merusak tanaman, tandas Akhief.
PEMBAWA BAHAGIA
Ada beberapa hal menarik dari sirih merah, yaitu:
1. Jika dalam sebuah daun guratannya berbentuk hati dipercaya bisa mendatangkan kebahagiaan bagi pemiliknya. Tapi tak mudah menemukan guratan seperti itu.
2. Sirih merah juga bisa dipakai untuk menghaluskan kulit.
3. Pemilihan daun sangat penting. Biasanya di usia sebulan daunnya sudah cukup lebar, bersih, mengkilap, umurnya sedang sehingga kadar zat aktifnya tinggi. Jika dipegang daunnya tebal dan kaku.
4. Perbanyakan sirih merah biasanya dilakukan dengan pencangkokan. Media tanamnya berupa tanah, pasir, dan kompos.*** Noverita K. Waldan/ NOVA
Ditulis dalam Sirih Merah | 1 Komentar »



Sirih Merah

 
 
Sejak dulu masyarakat di Pulau Jawa  telah menggunakan sirih merah sebagai obat. Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk ke dalam famili Piperaceae. Tanaman ini tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap.
Kandungan Sirih Merah
Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, tanin. flavonoid dan Saponin. Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavi-col, kavibetol, allylprokatekol, pcymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, ter-penena, dan fenil propada. 
Senyawa karvakrol bersifat desinfektan atau anti jamur yang bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol berfungsi mengurangi rasa sakit, dan tanin dapat digunakan untuk mengobati sakit perut. Sementara alko-koloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik yang dapat menurunkan kadar glukosa darah.
Manfaat Sirih Merah
Dengan banyaknya kandungan zat kimia bermanfaat tersebut, daun sirih merah memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Di Jawa, terutama di Kraton Jogyakarta tanaman sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, seperti ambeien, keputihan dan obat kumur.
Sementara secara empiris, sirih merah diyakini dapat menyembuhkan penyakit diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan untuk memperhalus kulit.
 Pengobatan
  • Untuk mengobati penyakit Diabetes, meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal.

  • Kanker yang merupakan penyakit sangat mematikan, dapat  mengobati dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah.

  • Sirih merah dalam bentuk teh herbal juga bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan.

 

Daun Sirih Merah

Pernahkah anda mendengar Sirih merah? Jenis sirih ini yang mempunyai bahasa latin Piper crocatum, saat ini tidak hanya dikenal sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai tanaman obat tradisional penderita kencing manis atau Diabetes Mellitus – DM. Sirih merah banyak dimanfaatkan masyarakat Sleman – Yogyakarta secara turun temurun yang berkhasiat sebagai obat tradisional kencing manis, ambeien, peradangan, asam urat, darah tinggi, maag, kelelahan dan hepatitis.
Daun sirih merah mengandung Senyawa fitokimia diantaranya alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Ivorra, M.D dalam bukunya yang berjudul “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic,” mengatakan bahwa senyawa aktif alkoloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah.
Sirih merah merupakan tanaman tropis dengan Ciri khas berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Daun sirih ini bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing dan permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Tanaman sirih merah juga tumbuh merambat di pagar atau pohon sebagaimana sirih hijau. Bila kita rasakan, daunnya berasa pahit getir, namun beraroma lebih wangi dibanding sirih hijau dan bilamana daun ini kita sobek, daun sirih merah akan berlendir.
Tanaman sirih merah lebih menyukai tempat yang teduh, sejuk dan mendapatkan sinar matahari 60-75 persen. Tanaman sirih ini tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Efek bilamana kita tanam didaerah panas dan terkena sinar matahari langsung maka batangnya cepat mengering, dan juga akan mengakibatkan warna merah daunnya akan pudar.


Sirih merah Aman dikonsumsi
Berdasarkan penelitian mengenai daun sirih merah yang dilakukan oleh Mega Safithri dan Farah Fahma, 2 orang peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai toksisitas ekstrak air daun merah dan kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus, maka sirih ini aman dikonsumsi.
Pembuatan ekstrak daun sirih merah bisa dilakukan denga mudah. Tinggal anda sediakan kira kira 200 gram daun sirih merah direbus bersama 1 liter air sampai volumenya tinggal 100 mililiter. Sehingga akan didapatkan perbandingan berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum, yakni 200 gram : 100 mililiter atau 2 : 1.
Sebetulnya sirih mempunyai banyak jenis yakni diantaranya : sirih daun hijau, hitam, merah, kuning dan perak. Tetapi berdasarkan hasil penelitian, hanya sirih merah (Piper crocatum) yang berkhasiat paling ampuh ada sehingga sirih merah banyak diburu orang.

affiliate_link
Bagaimana pendapat mereka? Mari kita simak bersama.
A. BERJALANLAH TERUS DENGAN IDE YANG TELAH DIMULAI
pakar-a.jpgProf.Dr. dr. Wasilah Rochmah Sp.PD, K-Ger. Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM, Konsultan Geriatri (Penyakit pada Lanjut Usia), Penanggungjawab Klinik Lanjut Usia, Dokter di RS Sardjito dan RS PKU Muhammadiyah – Yogyakarta.
Allah SWT menurunkan segala macam penyakit selalu bersama obatnya, kecuali tua (Al Qur’an).
Bambang Sudewo telah berupaya mengumpulkan dan menyusun segala informasi, baik tentang budidaya maupun kegunaan sirih merah untuk tujuan mengembangkan obat-obatan tradisional.
Uluran tangan untuk bergandengan bersama menguak kekayaan ini perlu dimulai dari para peneliti agar peluang emas dari ALLAH SWT yang dilimpahkan kepada bangsa Indonesia ini tidak begitu saja digaet oleh bangsa lain, seperti kekayaan-kekayaan lainnya sejak dulu hingga saat ini.
Sekali lagi salut kepada Saudara Bambang Sudewo. Berjalanlah terus dengan ide yang telah dimulai, dari rebusan ke ekstrak, kemudian perlu analisis kandungan sirih merah bersama dengan Pusat Studi Obat Tradisional UGM, yang akhirnya bisa mencapai uji klinis.
Kalimat penggempur aneka penyakit perlu disulam dengan kata-kata yang lebih eksklusif ilmiah disertai dengan aturan atau dosis yang tepat dan peringatan bahwa setiap obat pasti ada efek samping yang bisa terduga atau tidak terduga. Semoga Allah SWT selalu membimbing dan melindungi Anda. Amien




B. KANDUNGAN SIRIH MERAH HAMPIR SAMA DENGAN SIRIH HITAM DAN SIRIH BETOK (SIRIH MACAN)
pakar-b.jpgR. Broto Sudibyo BSc., 87 tahun, Pakar Herbal.
Dalam khasanah pengobatan tradisional (herbal) kita sambut positif, yang penting obat tradisional dari bahan baku berbagai jenis tanaman herbal harus aman dan bermanfaat. Jika setelah minum ramuan herbal ada keluhan negatif yang merugikan, harus ada anjuran untuk dihentikan. Bisa jadi sirih merah berkhasiat menanggulangi beberapa penyakit, baik secara tunggal maupun diformulasikan dengan tanaman obat lainnya yang memang pas untuk dipadukan.
Tanaman sirih merah mempunyai nama Latin Piper Betle Linn. sinonim Chavica anuriculata/Chavica Betle Mig mengandung senyawa saponin, flavanoid, polifenal, kavikol, kavibetol dan ponlen. Kandungan sirih merah hampir sama dengan sirih hitam serta sirih betook I dan II. Sirih merah memang rasanya pahit dibandingkan dengan sirih biasa atau varietas lainnya.
Untuk dapat menemukan seberapa kuat khasiat sirih merah dalam pengobatan herbal kiranya perlu uji klinis yang lebih dalam, sehingga kehadirannya benar-benar bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya sebagai obat herbal yang “mujarab”. Saya berharap ada penulis lain yang berani mengorek rahasia sirih merah untuk kepentingan masyarakat luas. Jika memang diperlukan, Departemen Pertanian dan Departemen Kesehatan harus membantu dan memberikan kemudahan bagi yang berkepentingan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang fenomena sirih merah ini dalam khasiat pengobatan herbal di Indonesia.
C. WARISAN NENEK MOYANG YANG SANGAT BERMANFAAT
pakar-c.jpgProf. Dr. Amien Rais, mantan Ketua MPR, Dosen.
Sesungguhnya jika kita mau menggali khasanah ilmu pengobatan tradisional warisan nenek-moyang kita, niscaya akan kita temukan banyak “warisan” yang sangat bermanfaat. Ramuan sirih merah yang diperkenalkan kembali oleh Sdr. Bambang Sudewo adalah salah satunya. Semoga pada masa datang semakin banyak pakar ramuan tradisional yang dapat meramu tanaman-tanaman obat yang sesungguhnya sudah lama menjadi kekayaan bangsa kita.
D. MARI KITA DUKUNG KEHADIRAN HERBAL SIRIH MERAH
pakar-d.jpgSri Haryanto S. Nugroho BA., pimpinan Klinik Holistis Alternatif Anugrah Agung – Yogyakarta
Herbal atau obat tradisional yang juga populer dengan sebutan jamu telah menjadi kebutuhan bagi seluruh masyarakat, bukan hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia. Ini terbukti dari pengakuan WHO (World Health Organization) terhadap daya guna dan hasil guna pengobatan tradisional dengan herbal.Salah satu jenis herbal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat adalah sirih merah (Piper betle L. var. Rubrum). Pengamatan, kajian dan pengalaman Sdr. Bambang Sudewo di Klinik Herbal Center yang didirikannya, berhasil menemukan bentuk formulasi sirih merah yang sangat berkhasiat dan manjur untuk pengobatan berbagai penyakit. Bagaimana pun kita layak mengacungkan jempol kepada Sdr. Bambang Sudewo yang dalam kehidupannya terjun seutuhnya dalam bidang pengobatan tradisional.
E. HATI YANG GEMBIRA MENYEMPURNAKAN KEMANJURAN SIRIH MERAH
pakar-e.jpgRomo Dr. Paulus Tribrata Br., M. Th, MM, Rohaniawan
Back to nature merupakan istilah yang lahir atas kesadaran akan berbahayanya bahan-bahan kimiawi yang terkandung dalam obat-obatan sintetis.
Pendapat saya untuk para pengguna tanaman obat, terutama sirih merah sebagai obat adalah, “Gunakan sirih merah dan tanaman obat lain yang sangat banyak terdapat di Indonesia yang merupakan anugerah Tuhan dengan iman, karena barang siapa percaya, maka separuhnya sudah sembuh. Hati yang gembira menyempurnakan kemanjuran sirih merah dan tanaman obat lainnya”. Tuhan memberkati.
F. SEMOGA MUNCUL PENELITIAN LANJUTAN MENGENAI SIRIH MERAH
pakar-f.jpgDr. Ipung Puruhito Sp. PD, Internis RS Haji Surabaya.
Sebagai seorang dokter saya sering menghadapi pasien yang sudah menderita sakit sangat parah, tetapi sarana pengobatan dan pengetahuan pengobatan secara medis tidak menemukan jawabannya. Berbekal pengetahuan kedokteran komplementer itulah wacana pengobatan menjadi bertambah. Sayangnya, masih sulit mencari buku atau referensi tentang tanaman sirih merah.Saya salut kepada penulis yang mau bersusah payah menyusun buku ini. Seperti jenis sirih lainnya, tanaman sirih merah selain lebih eksotik dan mungkin juga mengandung zat antiradang yang jauh lebih banyak. Tanaman ini berkhasiat untuk menyembuhkan luka atau bengkak, sehingga dulu banyak dipergunakan sebagai obat kompres. Harapan saya akan lahir penelitian lanjutan mengenai sirih merah, sehingga memperkaya pengetahuan pengobatan kita semua.
G. INFORMASINYA PERLU DISEBARLUASKAN KEPADA MASYARAKAT
pakar-g.jpgIr. Suwardi MP., Dosen Tanaman Obat dan Rempah, Herbalis
Tanaman obat asli Indonesia ada sekitar 30.000 jenis yang belum termanfaatkan secara maksimal. Masing-masing spesies memiliki aneka ragam varietas, termasuk tanaman sirih (Piper batle L.). Pada mulanya sirih dipergunakan untuk obat mimisan, bisul dan disinfektan. Namun, pada perkembangan selanjutnya ditemukan sirih yang daunnya berwarna kemerahan, sehingga disebut dengan sirih merah (varietas Rubrum) yang memiliki kandungan bahan aktif lebih lengkap daripada sirih biasa. Secara kimiawi bahan aktif yang terkandung dalam daun sirih secara umum berupa minyak asiri, flavonoid, alkaloid, senyawa polifenolad dan tannin.Dilihat dari daya penyembuhan dan khasiatnya yang telah dibuktikan oleh pengguna, informasi ini perlu disebarluaskan kepada masyarakat. Tata cara pengembangan dan budidaya sirih merah perlu diinformasikan kepada petani tanaman obat, sehingga dapat diusahakan sebagai tanaman obat komersial multikhasiat. Di samping itu, perlu pula dirintis industri obat tradisional berbahan baku sirih merah sebagai penampungnya. Jika kerjasama ini dapat terjalin, petani tanaman obat dapat terangkat kesejahteraannya.
Terbitnya buku tentang sirih merah ini perlu disambut secara positif untuk menambah referensi mengenai spesies tanaman sirih sebagai tanaman obat unggulan asli Indonesia.
H. SIRIH MERAH MENAMBAH INVESTASI OBAT DAN PENGOBATAN TRADISIONAL
pakar-h.jpgdr. HR Endro Sukmono Sp. P, Ahli Paru, Akupunturis dan Herbalis
Pada tahun 1989 MPR telah menetapkan amanatnya yang menyatakan perlunya penggalian, penelitian, pengujian dan pengembangan obat tradisional serta cara pengobatan tradisional. Pemeliharaan dan pengembangan pengobatan tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus ditingkatkan dan didorong usaha pengembangannya melalui penggalian, penelitian, pengujian dan pengembangan serta penemuan obat-obatan termasuk budidaya tanaman obat yang secara medis dapat dipertanggungjawabkan.Masyarakat semakin berpikiran maju dan mendapat informasi bahwa di negara-negara Barat orang mulai kembali ke alam, karena obat modern yang digunakan banyak menimbulkan keluhan atau efek samping.Sirih merah menambah investasi obat dan pengobatan tradisional serta dapat ikut membantu mengatasi kekurangan pengobatan Barat. Sebagai contoh, akhir-akhir ini pengobatan terhadap penyakit TBC tampak adanya resistensi. Demikian pula pengobatan terhadap kanker dan asma, sampai saat ini hasilnya juga belum memuaskan. Obat tradisional, termasuk sirih merah, diharapkan dapat ikut membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Dengan izin Tuhan, mudah-mudahan lebih banyak dan lebih cepat lagi hadir obat untuk mengobati penyakit yang sulit disembuhkan atau yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Semoga Tuhan meridhoi.
I. SIRIH MERAH SANGAT BERGUNA UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT AKIBAT INFEKSI
pakar-i.jpgdr. Suratno, Yogyakarta
Karenanya, banyak para medis mengadakan riset dan penelitian tentang herbal yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu tentang isi dan kandungan yang ada dalam bahan-bahan tersebut. Tidak bisa dimungkiri, bahan-bahan alami ini dari segi efek samping lebih sedikit dibandingkan dengan obat-obatan kimia asalkan dosis dan cara pengolahannya benar dan higienis.
Hal ini disebabkan sirih merah merupakan kekayaan alam Nusantara yang belum digali dan dimanfaatkan secara benar dalam bidang kesehatan.
J. RAMUAN SIRIH MERAH SANGAT MEMBANTU MASYARAKAT
pakar-j.jpgKRAy. S.M. Anglingkusumo
Sungguh suatu perhatian yang baik dan saya bangga karena sirih merah merupakan ramuan tradisional sangat membantu masyarakat dalam upaya memperoleh kesehatan dengan cara tradisional yang sangat terjangkau.
Di sekeliling kita sangat banyak hal yang bisa menjadi bahan penelitian, penulisan dan menjadikannya sebagai penghasilan. Terlebih lagi jika kita tekun, tanggap dan memiliki kemauan. Sdr. Dewo adalah salah satu orang Indonesia yang memiliki kemauan, ketekunan, kreativitas dan semangat yang seharusnya diikuti oleh orang lain agar potensi daerah dan potensi alam kita tidak dimanfaatkan orang asing.
Saya berharap Sdr. Dewo bisa terus mengembangkan pengetahuan, bekerjasama dengan para ilmuwan di bidang pertanian khususnya hortikultura, peneliti dan pakar obat-obatan tradisional lainnya, produsen serta lembaga pemerintah atau swasta yang dapat menambah wawasan bahkan mungkin menjadi sponsor dalam penulisan buku selanjutnya. Hal ini disebabkan informasi mengenai tumbuh-tumbuhan yang berguna untuk kesehatan saat ini sangat diminati dan menjadi buah bibir berbagai kalangan. Karenanya, jangan putus-asa, maju terus, semoga sukses dan mendapat rahmat dan hidayah dari Tuhan Yang Mahaesa sebagai Sang Pencipta Alam yang luar biasa ini.
K. KEHADIRAN SIRIH MERAH DALAM KHASANAH PENGOBATAN HERBAL SANGAT TEPAT
pakar-k.jpgNy. Yani Saptohudoyo, Yogyakarta
Harapan saya, pada masa mendatang ada produk-produk turunan dari sirih merah yang dapat digunakan oleh kaum perempuan secara luas, misalnya sirih merah untuk lulur perawatan kulit, masker wajah, sabun kesehatan atau antiseptik, krim untuk mengatasi flek dan jerawat, cairan pembersih organ kewanitaan, cairan pencegah kerusakan akar rambut, atau penghambat proses penuaan dini.
Jika memungkinkan dibuat pula ramuan alami khusus untuk produk-produk spa yang bahan utamanya dari sirih merah. Seperti produk scrubbing dan maskernya. Produk tersebut bermanfaat untuk membersihkan dan menghaluskan kulit, serta mengangkat sel-sel kulit mati. Dapat diformulasikan pula dengan minyak esensial sandal wood, yoghurt segar, minyak melati, minyak zaitun, minyak bunga-bunga beraroma, serta bubuk biji-bijian yang mengandung nutrisi yang berkhasiat bagi kulit.
Saya kira tidak berlebihan jika produk-produk unggulan dari bahan baku sirih merah, baik sebagai obat maupun bahan alami produk kecantikan, akan direspon positif oleh masyarakat luas, terutama kaum perempuan Indonesia.
Saya telah mengonsumsi Teh Herbal Sirih Merah. Rasanya enak di badan dan memang nyata berkhasiat. Mudah-mudahan pada masa mendatang, produk sirih merah semakin diminati masyarakat.
LSIRIH MERAH BISA BERPERAN SEBAGAI BAHAN BAKU UTAMA PRODUK KECANTIKAN
pakar-l.jpgNy. Tinuk Riefky, Pakar Rias Pengantin
Tren kembali ke alam atau back to nature, baik di Negara Barat maupun Asia banyak menjadi pilihan. Buku tentang sirih merah ini mengingatkan saya pada beberapa calon pengantin wanita yang minta kepada saya untuk melakukan detoksifikasi, scrubbing tubuh, facial dan masker wajah (perawatan wajah untuk membersihkan, melembutkan, meremajakan dan menyegarkan kulit wajah) dengan cara alami sekaligus sebagai cairan pembersih organ kewanitaan.
Tampaknya sirih merah pun bisa dipadukan dengan bahan alami lainnya, seperti minyak zaitun, wortel, avokad, susu murni, madu, mentimun, jeruk nipis dan buah-buahan, serta sayuran organik.
Untuk dasar ngadi saliro (kesehatan tubuh dan kecantikan), Lulur Sirih Merah produksi PJ Sekar Kedhaton memang menjadi bagian penting untuk menyehatkan sekaligus merawat kulit. Aromanya segar. Saya setuju jika Lulur Sirih Merah, Teh Herbal Sirih Merah dan Kapsul Ekstrak Sirih Merah diproduksi secara masal dengan standar mutu dan khasiat yang bisa dipertanggungjawabkan. Saya tunggu produk-produk sirih merah lain dengan manfaat yang lain pula, terutama khusus untuk perawatan kecantikan dan rias pengantin.
3 Responses to “Apa Pendapat Para Pakar Terhadap Sirih Merah?”
  1. http://0.gravatar.com/avatar/8f6ba2e8a9089547ad1c9ccaaf6d273b?s=48&d=identicon&r=Genny Says:
saya enny,skrg ini saya terditeksi virus toxo dan cmv,mohon romo dr paulus memberikan solusi pengobatan herbal.
trims
dari enny dipurwokerto
  1. http://0.gravatar.com/avatar/25e2d276626971dc3691d8cfca4a9ef2?s=48&d=identicon&r=Gdwi Says:
penyakit apa aja yang bisa diobati menggunakan sirih merah tersebut???????????????
  1. http://1.gravatar.com/avatar/528d9e26d599de475d7b1021d7cd31f5?s=48&d=identicon&r=Gdjons Says:
Untuk Mbak Enny di Purwokerto dan Mbak Dwi di tempat.
Saya mohon maaf, sampai menunggu begitu lama mendapatkan jawaban dari saya. Karena sifat kedinasan saya, sedangkan waktu itu HP saya tidak mendukung push e-mail sehingga tidak bisa memberikan jawaban seketika.
Mbak Enny, saya memberikan solusi agar langsung menghubungi mas Dewo untuk konsultasi lebih lanjut ke Yogyakarta, silahkan hubungi no.tilpon:0274-518046 sekaligus untuk mendaftarkan diri di Klinik Herbal Mas Dewo.
Mbak Dwi, banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan sirih merah. Simak juga Pendapat Para Pasien Hingga Sembuh! Di antaranya: maag, diabetes, kanker, tumor, kolesterol, rematik dan lain-lain.
Share this article :

3 komentar:

  1. Hello dear Sir / Madam

    Saya DR. Seaman Edwin dan saya membahas tentang membeli / menjual ginjal, kami mengkhususkan diri dalam menjual dan membeli berbagai bagian tubuh seperti, hati, ginjal, hati dan bagian halus lain dari tubuh. Kami memiliki sebuah rumah sakit dilengkapi dengan baik, dan sesama dokter saya yang terlatih. Tidak akan ada perlu bagi Anda untuk takut tentang karena operasi adalah kehidupan dibebaskan operasi. Jadi siapa pun yang tertarik harus cepat menghubungi pejabat kami di drseamantrade6@yahoo.com

    Pastikan Anda jangan ragu untuk menghubungi kami karena kami pasti akan memastikan bahwa kami bekerja dengan Anda dan kami juga akan memastikan Anda menikmati melakukan bisnis dengan kita.

    Terima kasih
    Dr. Seaman

    BalasHapus

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © Nopember 2010. DUNIA HERBAL ALAMI - All Rights Reserved
Template Created by M Imron Pribadi Published by Makrifat Business Online - Offline
Proudly powered by imronpribadi